Advertisement

Minggu, 09 Februari 2025

VALIDASI SOAL PRAKTEK

 Validasi soal praktek merupakan proses penting dalam memastikan bahwa soal yang digunakan dalam ujian benar-benar mengukur kompetensi yang diharapkan. Proses validasi ini bertujuan untuk menjamin bahwa soal memiliki kualitas yang baik dari segi konstruksi, isi, reliabilitas, kelayakan teknis, dan telah diverifikasi oleh ahli. Dengan melakukan validasi yang baik, dapat dipastikan bahwa soal yang digunakan akan memberikan hasil penilaian yang objektif, adil, dan akurat bagi peserta didik.


Berikut adalah beberapa variabel utama yang digunakan dalam validasi soal praktek:

Validasi Konstruksi (Construction Validity)

Validasi konstruksi bertujuan untuk memastikan bahwa soal praktek dirancang dengan baik sesuai dengan kaidah penyusunan soal. Soal harus jelas, tidak ambigu, dan sesuai dengan keterampilan yang ingin diukur. 

  • Soal memiliki instruksi yang jelas dan mudah dipahami.
  • Bahasa yang digunakan sederhana dan tidak menimbulkan multitafsir.
  • Soal harus sesuai dengan kompetensi yang diuji dan tidak menyimpang dari tujuan pembelajaran.

Pentingnya Validasi Konstruksi:

Jika validasi konstruksi tidak diperhatikan, peserta ujian bisa mengalami kesulitan memahami soal, sehingga hasil ujian tidak mencerminkan kemampuan mereka secara akurat.


Validasi Isi (Content Validity)

Validasi isi bertujuan untuk memastikan bahwa soal praktek mencakup seluruh aspek kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik. Soal yang valid secara isi harus sesuai dengan kurikulum dan standar kompetensi yang berlaku.

  • Soal mencerminkan kurikulum atau standar kompetensi yang digunakan.
  • Soal mengukur aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif sesuai kebutuhan.
  • Tidak ada materi yang menyimpang dari tujuan pembelajaran.

Pentingnya Validasi Isi:

Jika aspek isi tidak divalidasi dengan baik, maka soal dapat menjadi kurang representatif terhadap kompetensi yang harus diuji, sehingga hasil penilaian menjadi tidak valid.


Validasi Reliabilitas (Reliability Validation)

Reliabilitas berkaitan dengan tingkat konsistensi dan keterandalan hasil penilaian dari soal praktek. Soal yang memiliki reliabilitas tinggi akan memberikan hasil yang konsisten jika diuji dalam situasi yang serupa.

  • Pedoman penskoran jelas dan objektif, sehingga tidak menimbulkan subjektivitas dalam penilaian.
  • Soal diuji coba terlebih dahulu untuk memastikan hasilnya konsisten.
  • Tidak ada faktor luar yang dapat mempengaruhi hasil ujian, seperti kondisi lingkungan yang tidak mendukung.

Pentingnya Validasi Reliabilitas:

Jika reliabilitas rendah, maka hasil ujian bisa berubah-ubah tergantung pada penilai atau situasi ujian, yang membuat hasilnya menjadi kurang dapat dipercaya.


Validasi Kelayakan Teknis (Technical Feasibility Validation)

Validasi kelayakan teknis memastikan bahwa soal dapat diterapkan dalam situasi nyata dengan mempertimbangkan ketersediaan alat, bahan, waktu, dan keamanan.

  • Alat dan bahan yang diperlukan tersedia dan mudah diperoleh.
  • Waktu yang diberikan cukup untuk menyelesaikan tugas praktek.
  • Soal memperhatikan aspek keselamatan kerja bagi peserta ujian.

Pentingnya Validasi Kelayakan Teknis:

Jika aspek teknis tidak diperhatikan, peserta ujian mungkin mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal karena keterbatasan alat atau waktu, yang dapat memengaruhi hasil ujian.


Validasi oleh Ahli (Expert Validation)

Pengertian:Validasi oleh ahli bertujuan untuk memastikan bahwa soal yang telah dibuat telah dikaji oleh pakar di bidangnya agar sesuai dengan standar yang berlaku.

  • Soal ditinjau oleh minimal satu ahli yang berkompeten di bidangnya.
  • Ahli memberikan umpan balik untuk perbaikan soal.
  • Revisi dilakukan sebelum soal digunakan dalam ujian resmi.

Pentingnya Validasi oleh Ahli:

Tanpa validasi oleh ahli, ada kemungkinan soal mengandung kekurangan yang tidak disadari oleh penyusun soal, sehingga dapat mempengaruhi keakuratan penilaian.


Melakukan validasi soal praktek adalah langkah penting untuk memastikan bahwa soal yang digunakan dalam ujian benar-benar layak dan mampu mengukur kompetensi peserta didik secara objektif dan akurat. Dengan memperhatikan validasi konstruksi, isi, reliabilitas, kelayakan teknis, dan melakukan validasi oleh ahli, maka kualitas soal dapat ditingkatkan sehingga hasil ujian lebih adil dan dapat diandalkan.



Referensi:

Arikunto, S. (2018). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan). (2010). Panduan Penyusunan Soal Praktik.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan.

Penulisan Artikel Ilmiah Dengan AI

Penulisan artikel ilmiah merupakan proses yang membutuhkan ketelitian, keakuratan, dan pemaparan data yang sistematis. Namun, banyak peneliti dan akademisi menghadapi tantangan seperti keterbatasan waktu, kesulitan dalam menemukan referensi yang relevan, serta perumusan kalimat yang efektif. Seiring berkembangnya teknologi kecerdasan buatan (AI), berbagai aplikasi berbasis AI kini dapat membantu dalam menyusun artikel ilmiah dengan lebih efisien dan akurat.

Beberapa AI yang dapat digunakan dalam penulisan artikel ilmiah meliputi:

Rabu, 22 Mei 2024

SPMI Pendidikan Tinggi Berdasar Permendikbud No 53 Tahun 2023

 

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)  Pendidikan Tinggi  merupakan sebuah mekanisme yang dirancang untuk memastikan kualitas pendidikan yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Permendikbud No 53 Tahun 2023 hadir sebagai kerangka regulasi yang memperkuat pelaksanaan SPMI di lingkungan pendidikan tinggi. Makalah ini akan membahas kebijakan SPMI berdasarkan Permendikbud No 53 Tahun 2023, mencakup latar belakang, tujuan, implementasi, dan tantangan yang dihadapi dalam penerapannya.

Latar Belakang

Pendidikan tinggi di Indonesia terus mengalami transformasi untuk meningkatkan kualitas dan relevansinya di kancah global. Salah satu langkah strategis untuk mencapai hal ini adalah melalui penerapan SPMI. Permendikbud No 53 Tahun 2023 hadir sebagai pembaruan dari regulasi sebelumnya, menegaskan pentingnya pelaksanaan penjaminan mutu internal di setiap perguruan tinggi. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu perguruan tinggi dalam merancang, melaksanakan, mengendalikan, dan meningkatkan mutu secara berkelanjutan.

Tujuan Kebijakan SPMI

Permendikbud No 53 Tahun 2023 bertujuan untuk:

1.         Meningkatkan Mutu Pendidikan: Menjamin bahwa proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi memenuhi standar yang ditetapkan.

2.         Akuntabilitas dan Transparansi: Mendorong perguruan tinggi untuk lebih akuntabel dan transparan dalam pengelolaan dan pelaksanaan pendidikan.

3.         Pengembangan Berkelanjutan: Mendorong perbaikan dan inovasi berkelanjutan dalam semua aspek pendidikan tinggi.

4.         Peningkatan Daya Saing: Meningkatkan daya saing lulusan dan institusi pendidikan tinggi Indonesia di tingkat global.

Implementasi Kebijakan SPMI

Pelaksanaan SPMI berdasarkan Permendikbud No 53 Tahun 2023 melibatkan beberapa langkah kunci:

1.        Perencanaan: Perguruan tinggi harus menyusun rencana mutu yang mencakup visi, misi, tujuan, dan strategi untuk mencapai standar mutu.

2.        Pelaksanaan: Implementasi rencana mutu melalui program dan kegiatan yang telah direncanakan.

3.        Evaluasi: Melakukan evaluasi internal secara berkala untuk menilai efektivitas pelaksanaan program dan kegiatan.

4.        Pengendalian: Mengambil tindakan korektif terhadap setiap penyimpangan dari rencana mutu.

5.        Peningkatan: Melakukan perbaikan dan inovasi berdasarkan hasil evaluasi dan umpan balik.

Tantangan dalam Penerapan SPMI

Meskipun kebijakan SPMI memiliki potensi besar untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia, terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi:

1.         Komitmen dan Kesadaran: Kurangnya komitmen dari pihak manajemen dan kesadaran di kalangan staf akademik dan administratif mengenai pentingnya SPMI.

2.         Sumber Daya: Keterbatasan sumber daya, baik finansial maupun manusia, yang memadai untuk mendukung pelaksanaan SPMI.

3.         Budaya Mutu: Membangun budaya mutu yang kuat di seluruh tingkat organisasi pendidikan tinggi.

4.         Sistem Informasi: Keterbatasan dalam sistem informasi dan teknologi yang mendukung proses penjaminan mutu.

Kesimpulan

Permendikbud No 53 Tahun 2023 merupakan kebijakan yang penting untuk memperkuat sistem penjaminan mutu internal di perguruan tinggi di Indonesia. Melalui implementasi yang efektif, diharapkan dapat terjadi peningkatan kualitas pendidikan tinggi yang signifikan, meningkatkan daya saing global, serta menghasilkan lulusan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan zaman. Namun, tantangan dalam penerapan kebijakan ini memerlukan perhatian dan penanganan yang serius dari semua pihak terkait.

Daftar Pustaka

·         Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2023). Permendikbud No 53 Tahun 2023 tentang Sistem Penjaminan Mutu Internal Pendidikan Tinggi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

·         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. (2023). Pedoman Pelaksanaan SPMI di Perguruan Tinggi. Jakarta: Ditjen Dikti.

 


Sabtu, 18 Mei 2024

PENTINGNYA PENGGUNAAN SOFWARE UNTUK AKUNTANSI

Pada zaman sekarang, kemajuan teknologi komunikasi dan informasi telah memberikan dampak besar pada berbagai aspek kehidupan, terutama bisnis. Salah satu inovasi adalah e-business atau bisnis elektronik. Penerapan e-business menawarkan peluang dan tantangan baru bagi organisasi dan profesional bisnis. Di Indonesia, seperti di negara lain, cara berbisnis juga berubah, terutama dalam memenuhi kebutuhan informasi dan akses jaringan yang lebih luas dan fleksibel.

Teknologi komputer berbasis internet terus berkembang menjadi bentuk yang lebih praktis seperti tablet. Saat ini, perdagangan tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu. Mobilitas manusia yang tinggi menuntut perdagangan menyediakan layanan dan barang secara instan sesuai permintaan konsumen. Untuk memenuhi kebutuhan ini, muncul transaksi melalui internet yang dikenal sebagai e-commerce dan e-business.

E-business adalah metode bisnis yang menggunakan teknologi hardware, software, jaringan, dan sumber daya manusia untuk berinteraksi dan bertransaksi tanpa batasan waktu dan tempat. Penerapan sistem informasi e-business menjadi penting bagi kesuksesan bisnis secara nasional dan global.

Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sistem yang merekam dan melaporkan transaksi bisnis, aliran dana, dan menghasilkan laporan keuangan. SIA memiliki tiga tujuan utama:

  1. Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produksi.
  2. Meningkatkan efisiensi kinerja bisnis di semua bagian.
  3. Meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan.

Berikut adalah uraian manfaat sistem informasi akuntansi bagi perusahaan.

  1. Menyediakan atau menyajikan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga perusahaan dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
  2. Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produksi produk atau jasa yang dihasilkan.
  3. Meningkatkan efisiensi kinerja bisnis, baik itu pada bagian keuangan dan bagian lainnya.
  4. Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan.
  5. Meningkatkan sharing knowledge.

Dari manfaat di atas dapat dikatakan bahwa sistem informasi akuntansi ini berperan penting untuk suatu perusahaan, dengan adanya sistem informasi akuntansi yang baik maka perusahaan dapat melakukan proses operasi maupun informasi dengan lebih efektif dan efisien karena adanya pengendalian yang mampu mengendalikan proses-proses tersebut sehingga dapat menghasilkan tujuan yang sesuai dengan yang diinginkan perusahaan dan dapat dipertanggung jawabkan untuk nantinya digunakan dalam mengambil sebuah keputusan mengenai keuangan perusahaan maupun digunakan oleh pihak eksternal perusahaan untuk berhubungan dengan kegiatan bisnis.


Minggu, 03 Mei 2020

Belajar di masa pandemi covip 19


Keren 30 Gambar Kartun Anak Lagi Belajar di 2020 | Kartun, Kartun ...

         Kondisi Belajar Mengajar saat pandemi covip19  ini mengharuskan kita belajar di rumah dengan mempertimbangkan situasi belajar yang efektif.. Kondisi belajar mengajar yang efektif yang dimaksud adalah peserta didik dapat menerima dan menyerap materi yang disampaikan oleh dosen.Kemajuan teknologi sekarang memungkinkan peserta didik  untuk belajar sepenuhnya secara online sambil tetap   berkomunikasi dengan dosen dan teman sekelas sekelas, untuk melakukan diskusi materi belajar yang disampaikan.
        Untuk meningkatkan mutu pengajaran harus  didukung oleh berbagai fasilitas, sumber belajar dan tenaga pembantu antara lain diperlukan sumber-sumber dan alat-alat yang cukup untuk memungkinkan peserta dididik dapat memperoleh informasi yang cukup dalam proses pembelajaranUntuk mendorong aktivitas belajar di rumah, 
         Banyak aplikasi belajar online menyediakan fasilitas khusus yang membantu para pendidik dalam rangka mendukung proses pembelajaran secara gratis seperti  Ruangguru,  Zenius,  Google Suite for Education, IndonesiaX, Quipper School, Cisco Webex,  Kipin School dan banyak lagi yg lainnya 
         Untuk menunjang materi yang diajarkan oleh  dosen dapat menggunakan buku-buku literatur kuliah  berbentuk ebook ini dapat dengan mudah Anda download secara gratis di Z-Library, Bookboon, Ebooke, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia,  Google Scholar, Garba Rujukan Digital, Open Libray  dan lain lainnya.

https://www.zenius.net/belajar-mandi
https://www.sekolah.mu/tanpabatas/
https://www.quipper.com/id/school/teachers/
https://belajar.kemdikbud.go.id/
https://blog.google/outreach-initiatives/education/offline-access-covid19/
https://openlibrary.org/
http://garuda.ristekdikti.go.id/.
http://e-resources.perpusnas.go.id/
https://scholar.google.com/


Senin, 27 April 2020

Accurate sebagai altenatif




Sistem Informasi Akuntansi (SIA)  merupakan kumpulan dari prosedur-prosedur pengntansiklarifikasikan, pengoperasikan dan melaporkan sampai dengan pelaporan dalam bidang akuntansi.SIA mempunyai fungsi penting dalam sebuah organisasi diantaranya adalah untuk mengumpulkan dan menyimpan data aktifitas atau  transaksi dan selanjutnya diproses informasi yang dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan.
Pengolahan  data menjadi inoformasi dapat menggunakan tehnologi  yang disebut komputer dan untuk akuntansi disebut Komputerisasi akuntansi. Program akuntansi dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan masing-masing entitas atau dapat menggunakan  aplikasi  jadi seperti :

·         DacEasy Accounting (DEA)
·         Falue Plus
·         MYOB Accounting
·         NetLedger
·         LedgerPlus
·         KRISHAND
·         K-Sistem Indonesia
·         SAGE ACCPAC ERP
·         Microsoft Office Excel
·         Payroll
·         Simply acconting
·         Peachtree
·         Zahir Accounting
·         Cash Register
·         ACCURATE V3 Standard

ACCURATE Accounting Software diciptakan oleh Putera/Puteri Bangsa Indonesia yang berdiri di bawah bendara PT. Cipta Piranti Sejahtera, lebih dikenal dengan sebutan CPSSoft, yang berlokasi di Jakarta. ACCURATE Accounting Software merupakan software pertama yang dikembangkan oleh CPSSoft. Dalam mengembangkan software, CPSSoft selalu menggunakan pinsip dasar 3 M, yaitu Murah, Massal , dan ber-Manfaat

         Pertama kali di luncurkan untuk kalangan umum pada bulan November 1999, dengan memanfaatkan event pameran komputer terbesar di Indonesia setiap tahun yaitu Indocomtech 1999 yang diselenggarakan JHCC, Jakarta. Versi yang diluncurkan pada waktu itu adalah Versi 1.0, dengan nama Accurate2000 Accounting Software. ACCURATE versi perdana tersebut diluncurkan dengan angka 2000 dibelakang nama ACCURATE karena waktu itu software tersebut dikembangkan sudah Y2K Ready, dan target pasarnya adalah pengusaha kecil-menengah yang terganggu dengan millennium bug tapi belum menemukan solusi yang tepat, karena pada waktu, software yang Y2K Ready harganya cenderung belum terjangkau oleh pengusaha kecil, sekarang in  telah release versi 4. Pemunculan versi 4 ini memberikan beberapa kemudahan baru bagi user dalam menerapkan sistem akuntansinya ke dalam ACCURATE. 

Selasa, 10 Desember 2019

AKREDITASI PAUD DAN PNF


Pelaksana kegiatan akreditasi untuk satuan pendidikan PAUD dan Pendidikan Masyarakat dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional  sesuai Pasal 1 Ayat 33 PP RI No.32/2013 menyatakan bahwa implementasi akreditasi pada Pendidikan Nonformal dilaksanakan oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal (BAN-PNF) dan pada pasal 2 ayat 1  Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 59 tahun 2012  Akreditasi yang dilakukan Pemerintah dilaksanakan oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN),  pada Pasal 2   dinyatakan bahwa Badan Akreditasi Nasioanl merupakan badan nonstruktural yang bersifat nirlaba dan mandiri yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. 

Kegiatan akreditasi bertujuan  antara lain :
1.    Meningkatkan mutu program dan satuan Pendidikan Non Formal
2. Memanfaatkan semua informasi hasil akreditasi sebagai umpan balik dalam upaya memberdayakan dan mengembangkan kinerja Pendidikan Non Formal
3.  Mendorong program dan satuan PNF agar selalu berupaya meningkatkan mutunya secara bertahap, terencana, dan kompetitif di tingkat kabupaten/kota, propinsi, regional, nasional, bahkan internasional;
4.    Memberikan informasi dan data yang handal dan akurat dalam rangka pemberian bantuan kepada PNF,
5.   Memberikan informasi dan data yang handal dan akurat kepada direktorat terkait dalam rangka pembinaan PNF.